Universitas Tarumanagara adalah salah satu perguruan tinggi terkemuka dan terbesar di Indonesia, dengan jumlah mahasiswa sekitar 16.000 orang dan berasal dari seluruh Indonesia. Sejak berdirinya pada 1 Oktober 1959 sampai sekarang telah menghasilkan lebih dari 50.000 lulusan yang terdiri dari lulusan diploma tiga (ahli madya), strata satu (sarjana), strata dua (magister) dan strata tiga (doktor). Universitas Tarumanagara mengabdikan diri untuk ikut mencerdaskan bangsa, membentuk generasi muda Indonesia yang berbudi luhur tanpa memandang latar belakang agama, etnis, dan status sosial. Semangat persatuan, kesatuan dan kebersamaan dalam Bhinneka Tunggal Ika inilah yang menjadikan Universitas Tarumanagara sebagai kampus ´pluralisme´ di lingkungan urban yang nyaman, harmoni dan tenang.

Kampus Universitas Tarumanagara terletak di Jakarta Barat (Kampus I di Jalan Let Jen. S. Parman No. 1 dan Kampus II di Jalan Tanjung Duren Utara No.1, keduanya berseberangan) dengan letak kampus yang strategis sehingga mudah dicapai dari segenap penjuru kota Jakarta. Selain kedua kampus ini, Yayasan Tarumanagara telah merencanakan pembangunan kampus baru di Karawaci, Tangerang seluas 1.384.990 m2.

Dalam menghadapi masa depan, Universitas Tarumanagara menyesuaikan diri dengan standar mutu internasional, antara lain melaksanakan pendidikan dengan konsep pendidikan global yang bertujuan untuk mengembangkan motivasi, potensi dan kreatifitas serta kemampuan berwirausaha dalam encapai kemandiriannya sebagai ´agent of change´.

Visi dan Misi
Visi :
Menjadi universitas yang diakui keunggulannya di dalam negeri dan diperhitungkan secara regional.

Misi :
1. Melaksanakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berbudi luhur.
2. Melaksanakan pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
3. Melaksanakan pelatihan untuk menghasilkan lulusan yang trampil.
4. Mengusahakan penemuan baru dan rekacipta di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pelatihan dan
perancangan.

Tips Mengisi Waktu Selama Menganggur Optimalkan Networking dalam Job Hunting Anda

Selama belum mendapatkan pekerjaan tetap, para fresh graduate akan mengalami masa-masa tanpa kegiatan berarti alias menganggur. Jika bekerja adalah orientasi setelah lulus kuliah tentunya kesibukannya adalah menghadiri wawancara dan tes-tes seleksi kerja, itu pun tidak rutin waktunya. [ More ]

Seringkali konotasi negatif terlintas saat kita mendengar kata 'koneksi', terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan proses mencari kerja. Kadangkala dengan alasan nepotisme, fresh graduate yang umumnya masih memegang idealisme tinggi...[ More ]

Bekerja dengan Co Worker / Atasan Yang Jauh Lebih Tua Kesalahan yang Sering Dilakukan Pencari Kerja

Salah satu agenda utama para fresh graduate setelah lulus kuliah adalah secepatnya mendapatkan pekerjaan pertama. Mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan baik secara langsung maupun via job portal, menghadiri berbagai bursa lowongan kerja, bolak-balik interview dan tes di sana-sini merupakan kegiatan lazim yang dilakukan dalam usaha berburu pekerjaan yang diinginkan.[ More ]

Setelah lulus kuliah, jamak bila para fresh graduate mulai bersiap-siap untuk mencari pekerjaan. Meskipun ada juga yang memilih beristirahat atau liburan dahulu beberapa waktu sebelum menceburkan diri dalam persaingan ketat di pasar tenaga kerja. Peralihan status dari fresh graduate ke karyawan tidak sama bagi setiap orang.[ More ]

Tawaran Kerja Pertama, Haruskah Diterima Kebiasaan Para Pencari Kerja Yang Sukses

Salah satu agenda utama para fresh graduate setelah lulus kuliah adalah secepatnya mendapatkan pekerjaan pertama. Mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan baik secara langsung maupun via job portal, menghadiri berbagai bursa lowongan kerja, bolak-balik interview dan tes di sana-sini merupakan kegiatan lazim yang dilakukan dalam usaha berburu pekerjaan yang diinginkan.[ More ]

Setelah lulus kuliah, jamak bila para fresh graduate mulai bersiap-siap untuk mencari pekerjaan. Meskipun ada juga yang memilih beristirahat atau liburan dahulu beberapa waktu sebelum menceburkan diri dalam persaingan ketat di pasar tenaga kerja. Peralihan status dari fresh graduate ke karyawan tidak sama bagi setiap orang.[ More ]

Tips Magang Sukses Kenapa Saya Belum Juga Dapat Kerja?

Saat kuliah kebanyakan mahasiswa diwajibkan atau disarankan untuk mengikuti program magang. Magang atau praktek kerja dilaksanakan untuk memberikan pembekalan mengenai dunia kerja secara praktis kepada mahasiswa dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. [ More ]

Setelah lulus kuliah, Anda pun mulai terjun ke kancah perburuan kerja. Setelah mencari informasi lowongan kerja online maupun offline, Anda menemukan beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi, keinginan dan passion Anda. Lalu proses melamar pekerjaan pun dimulai. [ More ]

Berburu Pekerjaan Pertama Anda Asyiknya Jadi Freelancer

Ada kelegaan berbaur excitement yang luar biasa begitu Anda menjalani prosesi kelulusan yang gegap gempita. Akhirnya perjuangan Anda mengerjakan tugas akhir diikuti dengan bimbingan dan revisi yang rasanya tak berkesudahan bisa berakhir dengan indah. Sebuah title dan sertifikat kelulusan jadi buktinya. [ More ]

Kata freelancer mungkin sudah tidak asing lagi bagi para mahasiswa atau fresh graduates. Merujuk pada seseorang yang mempekerjakan dirinya sendiri kepada klien tertentu tanpa adanya sebuah ikatan kerja, freelancer atau pekerja lepas saat ini menjadi salah satu pilihan profesi yang banyak ditekuni. [ More ]

Persiapan Masuk Ke Dunia Kerja Berburu Kerja Dikala Krisis

Di tengah era globalisasi seperti sekarang ini, jarak dan batas negara sudah tidak menjadi kendala yang berarti bagi seseorang untuk melakukan bisnis dan mencari nafkah bagi penghidupannya. Para pencari kerja bersedia berpindah dari satu kota ke kota lain, bahkan dari satu negara ke negara lain, untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Intinya, persaingan bisnis dan mencari lapangan pekerjaan menjadi semakin ketat hari-hari ini. [ More ]

Keadaan ekonomi dunia yang berada di ambang krisis saat ini mengingatkan kita kembali pada masa 10 tahun lalu ketika banyak industri mengalami kemunduran dan karyawan harus kehilangan pekerjaannya. Walaupun banyak ahli mengatakan bahwa keadaan krisis global saat ini tidak mempengaruhi Indonesia seperti tahun 1998 lalu, namun tidak bisa dihindari bahwa beberapa sektor yang terkait akan mengalami perubahan, paling tidak restrukturisasi. [ More ]

Main Page